Mahasiswa UIN Gelar Tandatangan Bubarkan FPI
BANDUNG - Sejumlah mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, yang mengatasnamakan Aliansi Kemahasiswaan Untuk Toleransi dan Kebebasan Beragama, menggelar demonstrasi dengan menggelar spanduk putih tandatangan menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI).
"Kami minta agar FPI dibubarkan dan adili pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama. Kami juga meminta agar pemerintah bisa menyelamatkan kaum minoritas dari preman berjubah." ujar seorang demonstran dalam orasinya di depan gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunug Djati, Jalan AH Nasution, Bandung, Rabu (4/6/2008).
Mereka berharap, insiden yang terjadi di Monas pada 1 Juni lalu merupakan kejadian anarkis terakhir yang dilakukan FPI. Mereka juga meyakini bahwa FPI dapat beranjak dewasa dan lebih mengkedepankan kesalehan sosial daripada kekerasan.
"Kami percaya, agama menaruh kekerasan sebagai alternatif terakhir dalam menyeledaikan masalah, dan sudah pasti kekerasan bukanlah tindakan favorit Tuhan dari agama manapun. Itupun bukan kita yang menyerang duluan," tandasnya.
Aksi yang dimulai pukul 10.30 WIB ini, diwarnai dengan menuliskan sejumlah tanda tangan dalam sebuah spanduk putih berukuran sekitar 7x2 meter. Tandatangan ini merupakan dukungan untuk membubarkan FPI. Sementara itu, Tak nampak aparat kepolisian yang berjaga dalam aksi ini.(hri) [sumber okezone]
Rabu, 02 Juli 2008
setan
Persetan
Oleh Yogi ‘Pehul’ Supriadi
Bagiku di jaman–jaman yang diam, kita yang edan sudah benar–benar edan tanpa terkecuali. Kalau berbicara seperti itu karena di dunia ini semua adalah kamuflase belaka atau semua kebohongan.
Orang cenderung tertutup apabila ia menginginkan sesuatu yang dia inginkan
Contoh dalam kehidupan sehari–hari. Seseorang yang ingin dapatkan cinta lawan jenis ini lebih cenderung menutup diri atau menutup nutup dirinya.
Padahal kalau kita pikir kalau pun kita jujur atau berbohong belum tentu dia suka pada kita, maka dari itu jadilah diri sendiri.
Aku dibohongi diriku
Aku menganjingi diriku, karena aku
Ber bersembunyi dibalik kebohongan
Aku tak mau kalau hidup di bohongi
Anjing……….anjing………
Pantas diriku, pantas untukku
Cinta alhamdulilah…………
Oleh Yogi ‘Pehul’ Supriadi
Bagiku di jaman–jaman yang diam, kita yang edan sudah benar–benar edan tanpa terkecuali. Kalau berbicara seperti itu karena di dunia ini semua adalah kamuflase belaka atau semua kebohongan.
Orang cenderung tertutup apabila ia menginginkan sesuatu yang dia inginkan
Contoh dalam kehidupan sehari–hari. Seseorang yang ingin dapatkan cinta lawan jenis ini lebih cenderung menutup diri atau menutup nutup dirinya.
Padahal kalau kita pikir kalau pun kita jujur atau berbohong belum tentu dia suka pada kita, maka dari itu jadilah diri sendiri.
Aku dibohongi diriku
Aku menganjingi diriku, karena aku
Ber bersembunyi dibalik kebohongan
Aku tak mau kalau hidup di bohongi
Anjing……….anjing………
Pantas diriku, pantas untukku
Cinta alhamdulilah…………
sajak
Sajak-Sajak Yogi ‘Pehul’
Dalang
Dalang wayang mencumbu wayang
Sastra dicumbu mantra
Penulis terus menulis sampai dia terus menangis
Pembaca tetap membaca sampai dia lupa agama
pejabat ingin bertobat sampai sampai dia sholat
sholat, terus sholat jangan sampai kau khianat
puisi, kolusi, korupsi, semua sisi hati
pemerintah terus memerintah sampai rakyat muntah darah
birokrat teus munajat sampai dia buang hajat
Dalang
Dalang wayang mencumbu wayang
Sastra dicumbu mantra
Penulis terus menulis sampai dia terus menangis
Pembaca tetap membaca sampai dia lupa agama
pejabat ingin bertobat sampai sampai dia sholat
sholat, terus sholat jangan sampai kau khianat
puisi, kolusi, korupsi, semua sisi hati
pemerintah terus memerintah sampai rakyat muntah darah
birokrat teus munajat sampai dia buang hajat
sajak
Sajak-Sajak Yogi ‘Pehul’
Gimbal
Gimbal, gimbal, gimbal
Gombal, gombal, gombal
Gigi tak berarti
Tak menaati
Tak meniti
Mulut tak surut
Kanjut mengkerut
Sampa kau kentut
Kancut, kancut, kancut
Berlutut,menuntut buntut
Bersaut mengkerut berletut
Selaut kalut, mencumbu perut
Gimbal
Gimbal, gimbal, gimbal
Gombal, gombal, gombal
Gigi tak berarti
Tak menaati
Tak meniti
Mulut tak surut
Kanjut mengkerut
Sampa kau kentut
Kancut, kancut, kancut
Berlutut,menuntut buntut
Bersaut mengkerut berletut
Selaut kalut, mencumbu perut
Langganan:
Postingan (Atom)